20160311_152232

Jogja, 11 maret 2016

Assalamualaikum semua, mengelilingi Jogja memang tiada habisnya, kali ini adalah mengunjungi monumen Jogja Kembali yang dibangun di sebelah utara Jogja, tepatnya di ringroud utara, katanya sih monument ini juga terhubung dengan garis imajiner (Gunung Merapi-Tugu Jogja-Kraton Jogja-Pantai Selatan), monumen ini bisa dijadikan sebagai salah satu obyek wisata yang patut dikunjungi, karena ketika kita masuk ke dalam museum suasananya adem bersih dan terawat, dengan membayar Rp.10K kita lolos dari petugas loket yang ramah ramah dan siap ditanya apapun tentang seluk beluk museum

20160311_162056

monumen ini dikelilingi kolam yang penuh ikan KOI, gede gede dan berwarna orange, dengan membeli POPCORN di warung pinggir kolam, kita bisa kasih makan ikan dan menonton riuhnya ikan yang berebutan maem popcorn rasa durian

20160311_152114

(balakang kami adalah) Rana : dituliskan sejumlah 422 nama pahlawan yang gugur di daerah Wehrkreise III (RIS) antara tanggal 19 Desember 1948 sampai dengan 29 Juni 1949

WEHRKREISE (DAERAH PERLAWANAN) III YOGYAKARTA

Istilah Wehrkreise ini pertama kali timbul di dalam Perintah Siasat No. 1/Stop/48 yang dikeluarkan oleh Panglima Besar Angkatan Perang RI Letnan Jenderal Soedirman pada tanggal 12 Juni 1948. Kemudian pada bulan Juli/Agustus diadakan rapat oleh Staf Angkatan Perang di Magelang untuk menjelaskan isi Perintah Siasat tersebut kepada para Panglima Divisi/Komandan Brigade/Resimen dan pimpinan setaraf.

Di dalam Perintah Siasat tersebut terdapat perkiraan tentang kemungkinan serangan Belanda, yang memperkirakan adanya dua poros menyerbu ibukota RI Yogyakarta. Satu poros datang dari arah Semarang ke Magelang dan terus ke Yogyakarta. Satu poros lagi dari Surabaya ke Madiun dan terus ke Yogya. Brigade X bertanggungjawab atas pertahanan Yogyakarta dibuat menghadap ke arah barat dan utara. Pasukan-pasukan didislokasi di perbatasan menghadapi garis status-quo di sekitar Purworejo dan Magelang.

Pada hari Minggu tanggal 19 Desember 1948 Belanda menyerang dengan hari pertama mendaratkan pasukan payung di lapangan udara Maguwo (Lanud Adisucipto) dan terus menyerbu ke jantung kota Yogya. Karena tidak ada pasukan di dalam kota, serbuan Belanda berjalan lancar. Pengen tahu tentang kelanjutan cerita (baca link ini yahttp://pwk3yogyakarta.blogspot.co.id/2012/02/catatan-pelaku-serangan-umum-1-maret.html)

20160311_153156
salah satu Diorama di lantai 2
20160311_160022
miniatur monjali yang berbentuk seperti tumpeng

Gedung ini berlantai 3

  1. lantai 1
  2. lantai 2
  3. lantai 3

Lantai dua berisi 10 diorama, yang kalo kita dengarkan dengan seksama, serasa ada guide otomatis yang diputar di depan diorama, tinggal dengarkan saja, ngertilah kita tentang diorama yang sedang kita lihat, semua diorama berkisah tentang serangan umum 1 maret yang sampai sekarang selalu diperingati di titik nol jalan malioboro Jogja, ada adegan adegan perang perangan yang diperagakan oleh para seniman jogja, so silahkan datang pada satu maret ke jogja

lantai tiga terdapat  bendera dan ruangan remang remang, yang disitu tertulis tempat hening untuk mendoakan para pahlawan yang telah gugur

lantai satu ini berisi benda benda bersejarah,Pengunjung bisa melihat tandu yang digunakan untuk menggotong Panglima Besar Jenderal Soedirman selama perang gerilya, seragam tentara dan dokar yang juga pernah digunakan oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman. Konon total koleksi barang-barang dalam museum tersebut mencapai ribuan.

 

 

 

20160311_155048

 

20160311_152053

20160311_160247
jangan takut kepanasan atau kelelahan, di sekeliling tersedia kursi ayunan dan jajanan bagi yang haus akan kasih sayang-eh haus akan air minum

Monumen Jogja Kembali dapat menjadi referensi anda jika sedang berkunjung di Jogjakarta. Selamat Berwisata sambil Belajar.

20160311_152025

20160311_152202

20160311_152204

 

Iklan