2 jam (jalan jalan) di Kota Cirebon

IMG_20160221_082807
me and mas Yudi with his Son (denis) btw thanks a lot ya udah diajak muter muter cirebon walau cuma 2 jam, tapi udah berasa keliling seluruh kota cireon

Minasan, Konichiwa, Kota Cirebon, Sabtu 20 feb s.d ahad 21 feb 2016

Hari Sabtu mobil kakak ipar berangkat dari magelang  Jam 4 sore menuju ke Kota Cirebon, lama perjalanan kira kira 9 jam, tujuan utama ke kota Cirebon adalah menjenguk sodara yang sakit karena kecelakaan dan tujuan sampingan adalah mengucapkan bela sungkawa kepada teman waktu kuliah di Jogja, yang baru 10 hari yang lalu tepatnya 12 februari 2016 yang kehilangan calon anak keduanya dikarenakan meninggal di dalam kandungan

jam 12 malam sampailah kami di Kota Cirebon, disambutlah kami dengan angin yang begitu kencang, maklum karena Kota Cirebon terletak di pinggir laut

pagi pagi terbangun tiba tiba tangan dan kaki sudah bentol-bentol bekas gigitan nyamuk, beginilah keadaan kota cirebon yang padat rumah penduduk dan dikelilingi pabrik-pabrik, semalam padahal sudah pakai obat anti nyamuk dan seluruh badan sudah diolesi autan, tapi tetep saja bekas gigitan nyamuk banyak banget, soo bagi yang jalan jalan keluar kota, jangan lupa bawa perbekalan lebih ya, biar nggak gatal gatal

minggu pagi sampailah kami di RSUD Gunung Jati, untuk menjenguk Sodara yang sedang dirawat di ICU, kondisinya masih kritis, masuklah kami satu persatu untuk mendoakan, karena nggak boleh rame rame kalo di Ruang ICU.

Seusai menjenguk di RSUD Kota Cirebon, aku janjian dengan teman semasa kuliah yang udah menetap di Kota Cirebon dari tahun 2009, sebagai pendatang temenku sudah sangat hapal seluk beluk kota cirebon, soo here we go, cerita perjalanan selama 2 jam jalan jalan di Kota Cirebon

Pengalaman Wisata 2 Jam keliling Cirebon

  1. Mencicipi Masakan Khas Cirebon yaitu NASI JAMBLANG
  2. MAsjid Agung Kota Cirebon
  3. Pelabuhan Kota Cirebon
  4. Mengunjungi rumah mas Yudi
  5. Membeli Oleh-oleh Krupuk Mlarat Cirebon (yang digoreng pakai pasir)
  6. SUNYARAGI (nah kalo ini cuma melihat dari balik pagar, nggak sempat masuk,karena waktu mepet, harus segera balik ke Magelang)

Berikut Foto-foto yang berhasil diabadikan

  1. Nasi Jamblang Ibu Nur
IMG_20160221_075401
yang khas dari nasi jamblang ini adalah piring dialasi pakai daun jati, sehingga bau daun jati ini membuat nasi menjadi semakin nikmat, aku memilih lauk sotong dengan kuah berwarna hitam pekat dan telur ceplok pedes dan sedikit taburan remah remah ayam goreng, rasanya mak nyus banget, cobain ya kalo main ke cirebon
IMG_20160221_081255
inilah warung nasi jamblang iBu Nur, katanya temenku Mas Yudi, Warungnya terkenal banget, walau terletak di dalam gang gang sempit, tetap diburu para pembeli

2. MAsjid Agung Kota Cirebon

IMG_20160221_083228
untuk naik ke menara masjid kita harus bayar @3.000 (tiga ribu) per orang

IMG_20160221_083757

IMG_20160221_082540

IMG-20160221-WA0025

 

 

3. Pelabuhan Kota Cirebon

IMG-20160221-WA0022
(untuk masuk ke pelabuan kita hanya perlu membayar parkir sebesar 10 ribu rupiah saja)

IMG-20160221-WA0023

4. Mampir di rumah mas Yudi yang mungil dan nyaman,

IMG-20160221-WA0014
home of mr yudi
IMG_20160221_094153
ternyata didalam rumah mas yudi terdapat kejutan yang nggak disangka-sangka didalam garasi masih tersimpan sebuah motor jaman waktu kuliah 15 tahun yang lalu

5. beli oleh oleh krupuk mlarat, yang bebas kolesterol karena tidak digoreng pakai minyak

krupuk1
sumber : google (kemarin nggak sempat motret, karena di pasar pinggir jalan, bahaya kalo sambi poto poto)

6.SUNYARAGI

kemarin nggak sempat masuk dan liat langsung, gua gua yang terletak di sunyaragi, jadi cuma liat dari dalam mobil saja, tapi beginilah gambaran sunyaragi, berharap lain kali bisa berkunjung lagi ke cirebon

Gua Sunyaragi merupakan salah satu benda cagar budaya yang berada di Kota Cirebon dengan luas sekitar 15 hektare. Objek cagar budaya ini berada di sisi jalan by pass Brigjen Dharsono, Cirebon. Konstruksi dan komposisi bangunan situs ini merupakan sebuah taman air. Karena itu Gua Sunyaragi disebut taman air gua Sunyaragi. Pada zaman dahulu kompleks gua tersebut dikelilingi oleh danau yaitu Danau Jati. Lokasi dimana dulu terdapat Danau Jati saat ini sudah mengering dan dilalui jalan by pass Brigjen Dharsono, sungai Situngkul, lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas, Sunyaragi milik PLN, persawahan dan menjadi pemukiman penduduk. Selain itu di gua tersebut banyak terdapat air terjun buatan sebagai penghias, dan hiasan taman seperti Gajah, patung wanita Perawan Sunti, dan Patung Garuda. Gua Sunyaragi merupakan salah satu bagian dari keraton Pakungwati sekarang bernama keraton Kasepuhan.
Katanya temenku ada cerita mistis juga, tapi kalo aku ya cukup tau saja
Tamansari Sunyaragi adalah taman tempat para pembesar keraton dan prajurit keraton bertapa untuk meningkatkan ilmu kanuragan. Bagian-bagiannya terdiri dari 12 antara lain (lihat denah): Bangsal jinem sebagai tempat sultan memberi wejangan sekaligus melihat prajurit berlatih. Gua pengawal sebagai tempat berkumpul par apengawal sultan. Kompleks Mande Kemasan (sebagian hancur). Gua pandekemasang sebagai tempat membuat senjata tajam. Gua simanyang sebagai tempat pos penjagaan. Gua langse sebagai tempat bersantai. Gua peteng sebagai tempat nyepi untuk kekebalan tubuh. Gua arga jumud sebagai tempat orang penting keraton. Gua padang ati sebagai tempat bersemedi. Gua kelanggengan sebagai tempat bersemedi agar langgeng jabatan. Gua lawa sebagai tempat khusus kelelawar. Gua pawon sebagai dapur penyimpanan makanan.
lebih lengkapnya baca baca link di bawah ini
Iklan

Air Terjun Grenjengan Kembar

Grenjengan kembar lorong hijau
lorong hijau menuju air terjun

Magelang, 5 Februari 2016

Untuk menuju air terjun Grenjengan Kembar di daerah Pakis Kab. Magelang, kita dapat melewati lorong hijau yang cantik dan tentu saja udara segar

IMG-20160205-WA0095
lorong hijau with Mr.Indar
IMG-20160205-WA0125
ibu ibu dari kadipaten magelang (mb yayuk, mb ika, mb fera, mb erlin, bu siti, mb dwi)

sekitar 10 menit perjalanan dari tempat parkir, sampailah di air terjun grenjengan kembar, kenapa disebut grenjengan kembar, mungkin karena ada dua grojogan kecil yang mirip (padahal aslinya nggak sama) nih coba liat

IMG-20160205-WA0116
grenjengan kembar
IMG-20160205-WA0117
tampak lebih dekat, grenjengan kembar (tampak juga bu siti lagi bergaya)

Grenjengan Kembar terletak di Dusun Citran, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, Magelang, Jawa Tengah. Tak terlalu sulit mencari info maupun jalan tempat ini, karena terletak di jalur dua tempat wisata terkenal, yaitu jalur Ketep Pass dan Kopeng Salatiga. Anda hanya perlu mencari plang “SMP Negeri 4 Satu Atap Pakis, sebagai jalan masuk ke curug ini. Atau ada alternatif lain, melewati perkampungan warga yang tentunya akan ditemui keramahan warga Pakis jika Anda kesulitan menjumpai lokasi curug. Tapi, kalo lewat perkampungan, jalannya kecil, mobil sulit untuk lewat dan ada beberapa meter jalan yang rusak sehingga mirip sungai yang mengering (kali asat)

IMG-20160205-WA0114
jembatan bambu menuju curug (tempatnya masih gelap jadi agak serem)
untuk menuju curug kita harus menelusuri jalan setapak dari tanah yang sudah di cor yang telah dibuat aksesnya oleh warga setempat. kira kira 300 meter Untuk menuju Grenjengan kembar, tak ada jalan curam dengan tangga naik turun ekstrim. Yang ada hanyalah jalan landai yang cukup memudahkan kita.
usai sudah perjalanan mengunjungi curug, karena nggak bawa baju ganti dan waktu itu adalah hari jumat sehingga kami kami tidak main basah basahan, acara pun dilanjut pesta durian yang tentu saja terimakasih buat pak M, yang telah memborongkan durian untuk kita serombongan dari kadipaten magelang
IMG-20160205-WA0108
yuk mari kita kunjungi tempat tempat wisata disekitar kita, dan kita promosikan agar membantu masyarakat sekitar, jangan lupa cicipi durian di daerah mantenan candimulyo, kab. magelang, dijamin enak dan nggak mahal, sekitar 25 rb s.d 100rb
IMG-20160205-WA0131
walau hujan melanda, aku tetep tidak lupa membawa oleh oleh durian untuk orang di rumah
oke semua, selamat jalan jalan ya

 

Universal Studio

Traveling bukan sekadar jalan-jalan, melainkan mendapat pengalaman baru, singgah di suatu tempat, kemudian pergi dengan berbagai interaksi sosial di dalamnya (hlm. 248 “The Travel Crates”, Rudy Kurniawan (2015), Grasindo)

Pulau Sentosa, 15 Januari 2014

2 tahun yang lalu, sampailah kami di Pulau Sentosa, pulau yang didalam penuh dengan tempat wisata, suatu kawasan yang dibangun secara terpadu untuk menghabiskan waktu menikmati liburan, berikut tempat tempat yang kami kunjungi selama sehari di pulau sentosa :

  1. untuk menuju Sentosa bisa naik Monorail atau naik cable car (kereta gantung)
  2. Lake Of Dream
  3. Universal Studio (cuma poto didepannya doang, alasannya klasik, tiket mahal)
  4. ikon Sentosa Island
  5. Naik Skyline Luge (semboyannya “once is never enough)
  6. Siloso Beach (pantai pasir putih)
  7. Song Of The Sea (pertunjukan lampu dan kembang api)

Sumber foto : upload.wikimedia.org/wikipedia/id/1/13/Peta_Sentosa.jpg

Baiklah inilah kronologi waktu kami ke Pulau Sentosa

1. Sentosa Expres

Kami sebenarnya pengen naik cable car untuk menyeberang ke Sentosa, tapi sangat disayangkan, waktu itu cable car sedang di renovasi jadi gagal deh naik cable car, dengan sangat kecewa kami terpaksa naik MRT ke Stasiun HarbourFront dan pergi ke VivoCity (Level 3) dan naik Sentosa Express. harga tiket sekitar SGD 10 (Rp. 100.000) sudah termasuk tiket masuk ke Pulau Sentosa

BenQ Corporation
koleksi foto pribadi : stasiun sentosa expres

(Foto : search engine)

2. lake of dream

tempat ini semacam area terbuka untuk duduk duduk, dengan luas yang cukup lebar dan lapang, yang pasti banyak tempat duduk dan pohon pohon yang rindang, sehingga kita bisa berteduh dari panasnya cuaca singapura sambil makan dan minum secukupnya, karena area yang akan kita kunjungi banyak banget, harus bawa bekal makan dan minum yang cukup dan jangan lupa bawa counterpain bila tak ingin kaki kita bengkak karena capek berjalan

BenQ Corporation
(Koleksi foto pribadi) lake of dream

(tampak mas Edy -membaca peta dan mbak Anasilvi sedang mengirup udara dan menenggak minuman, untuk bekal berjalan mengelilingi pulau sentosa yang luasnya seantero)

3. Universal Studio

kenapa sih tiket masuknya mahal mahal banget, SGD 60 (Rp. 600.000) tuhhh mahal banget kan tiket masuk ke universal studio, bisa buat yang lain kan, maklum turis dengan uang saku mepet, akhirnya cuma memandangi indahnya tempat syuting film film Hollywood, katanya sih ada panorama Mesir Kuno, Transformer, dll, akirnya kita cukup puas dengan berpose di depan pintu masuk Universal Studio, maybe next time, kalo ada uang lagi bisa kesini dan masuk ke dalamnya

BenQ Corporation
gate masuk (koleksi foto pribadi)
BenQ Corporation
salah satu menara di depan Universal Studio

BenQ Corporation

mas Edy

BenQ Corporation
mbak Anasilvi

4. Ikon Sentosa Island

ikon ini bentuknya tulisan besar #SENTOSA, sebelum nyampe sini,, kita bergerak dari Universal studio melewati berbagai wahana menarik, tapi kita tidak berani memasukinya, takut kocek kita yg terbatas habis di hari kedua,

BenQ Corporation

berikut adalah beberapa tempat yang hanya kami lewat di depannya, ingat only numpang lewat…..hiks hiks….

BenQ Corporation
lake of dreams

BenQ Corporation

BenQ Corporation

BenQ Corporation

BenQ Corporation

BenQ Corporation

BenQ Corporation

BenQ Corporation

BenQ Corporation

BenQ Corporation

BenQ Corporation

BenQ Corporation
ini anaknya marmaid lion (merlion) yang masih imut banget

5. Naik Skyline Luge (semboyannya “once is never enough)

seru dan bikin ketagian naik permainan yang satu ini, sangat menantang, ni check aja poto poto nya, untuk naik Skyline ada berbagai pilihan, aku sampai nggak inget betul detailnya, pokoknya kalo naik satu kali harga segini, kalo naik dua kali segitu, nanti jadinya lebih murah kalo naik berkali kali

 

BenQ Corporation
lokasi tempat beli tiket
BenQ Corporation
skyline and luge
BenQ Corporation
tampak bawah sedang meluncur menggunakan “Luge” sejenis sepeda luncur
BenQ Corporation
Setelah kita meluncur, lalu kita naik lagi sebuah kursi terbang (Skyline)
BenQ Corporation
pemandangan dari atas Skyline
BenQ Corporation
dipaksakan senyum, walau rasanya ngeri banget
BenQ Corporation
senyum ketakutan, ketinggian nya bisa mencapai 50 meter
BenQ Corporation
pemandangan bawah skyline (start skyline)
BenQ Corporation
finish skyline
BenQ Corporation
tempat helm
BenQ Corporation
tempat melihat poto kita yang diepret otomatis pakai alat mereka, tapi mau menebus potonya pikir 2 kali lipat,, harganya selangit, satunya bisa SGD 5 s.d 10 (mahal banget kan) tiketnya aja udah SGD 29 (sekitar 300 ribu) utuk sekali naik skyline dan sekali meluncur
BenQ Corporation
bye bye skyine
BenQ Corporation
semoga bisa kesini lagi “Once is never enough”

6.Pantai Siloso

Pantai pasir putih di pinggiran pulau sentosa, berisi

  1. beberapa taman bawah laut (kita nggak sempat masuk, karena nggak tau tempatnya sebela mana
  2. Pantai: kegiatan yang banyak dilakukan disini seperti berjemur serta bermain bersama teman di pantai
  3. Ada flying fox yang jalurnya panjang banget, sampai sampai tempat seluncurnya nggak keliatan dari pinggir pantai, ketutup pohon pohon kelapa
  4. bisa juga main ombak buatan
BenQ Corporation
papan informasi siloso
BenQ Corporation
siloso with mas edy

BenQ Corporation

BenQ Corporation

BenQ Corporation

pantai pasir putih

BenQ Corporation

BenQ Corporation

BenQ Corporation
Menonton tempat surving buatan
BenQ Corporation
keren ya ombak buatannya

7. Song Of The Sea (pertunjukan lampu dan kembang api)

BenQ Corporation
dengan tiket SGD 18 (kalikan aja Rp. 9.500) kita bisa masuk sekitar pukul 18.00 lokal time, sebelum pertunjukan mulai, kita bisa foto foto dulu dan jajan es krim Wall (yang harganya 3 kali lipat dengan es krim di Indo)
BenQ Corporation
sebelum mulai, bangku bangku masih kosong
BenQ Corporation
koleksi poto pribadi
BenQ Corporation
tampak pelajar pelajar Indonesia juga sedang liburan ke Singapore
BenQ Corporation
hari semakin gelap, tanda tanda pertunjukan segera dimulai

s5

s

s4

s1

s2

s3

oke begitulah gambaran ketika kami mengelilingi pulau sentosa

 

Selamat menyusul ya

bye bye

WordPress.com.

Atas ↑