Tempat tempat yang bisa dikunjungi di Kawasan Borobudur

  1. Candi Borobudur
  2. Punthuk Setumbu
  3. Gereja Ayam
  4. Purwosari Hill
  5. Gupakan Kendil
  6. Puntuk Sukmojoyo
  7. dll

Kawasan Borobudur saat ini sedang banyak wisatawan mancanegara dan domestik yang menyaksikan pergantian tahun 2015 ke 2016 menurut berita KOMPAS.com – Candi Borobudur di Magelang Jawa Tengah bertabur ribuan lampion cantik pada malam pergantian tahun baru 2015 ke 2016. Pengelola PT Taman Wisata Candi Borobudur dan masyarakat sekitarnya telah menyiapkan 2.016 buah lampion yang diterbangkan tepat pada jarum jam menunjukkan pukul 00.00, 1 Januari 2016. Direktur Pemasaran dan Kerja Sama PT TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Sahala Parlindungan Siahaan, menjelaskan bahwa dari 2.016 buah lampion, 1.600 buah di antaranya diterbangkan di Taman Lumbhini komplek Taman Wisata Candi Borobudur.”Sedangkan sisanya diterbangkan oleh masyarakat yang tinggal di 20 Desa di sekitar cagar budaya dunia itu,” ujar Ricky.
KOMPAS.com / RONNY ADOLOF BUOL Detik-detik pergantian tahun dari 2015 ke 2016 di komplek Candi Borobudur yang dimeriahkan dengan pelepasan 2016 lampion ke udara dalam event Borobudur Nite 2015. Ricky menjelaskan, penerbangan lampion merupakan simbol rasa syukur kepada Tuhan karena telah melewati tahun 2015 yang penuh tantangan dan berkah. Lampion juga menjadi simbol pengharapan agar 2016 mendatang juga dapat dijalani dengan penuh dengan keberkahan.
Di sisi lain, penerbangan lampion di Candi Borobudur menjadi salah satu upaya untuk menarik wisatawan, khususnya wisatawan domestik. Dalam acara bertajuk “Borobudur Nite 2015, Music, Latern & Pray” itu juga dilakukan doa bersama lintas agama yang juga dimeriahkan dengan beragam kesenian tradisional maupun kontemporer.
Kepala Departemen Pemasaran PT TWC, Prambanan dan Ratu Boko, Emilia Eny Utari menjelaskan bahwa dari penjualan tiket masuk banyak yang memesan dari Jakarta, Lampung, Sumatera dan Jawa Tengah, serta beberapa turis asing.

KOMPAS.com / RONNY ADOLOF BUOL Wisatawan bersiap melepas lampion saat malam pergantian tahun dari 2015 ke 2016 pada event Borobudur Nite 2015 di Candi Borobudur. Sebanyak 2016 lampion diterbangkan ke langit Magelang.

itulah kemeriahan malam pergantian tahun 2015 ke 2016 di kawasan Borobudur
Selain melihat lampion pada malam malam tertentu (Pada Perganian Tahun dan Waisak), yang saat ini manarik wisatawan adalah melihat #SUNRISE dari Bukit bukit yang dikelola warga setempat, saat ini ada Puluhan tempat yang dibangun swadaya dari masyarakat, dengan membangun bale bale dengan tiket masuk seikhlasnya
Baiklah ini beberapa tempat yang sangat indah untuk melihat Sunrise di Borobudur
1. Sunrise dari atas Candi Borobudur
(untuk melihat sunrise diatas candi kita harus siap siap merogoh kocek yang agak dalam, tiket dapat diperoleh di hotel manohara seharga 200ribu s.d 300ribu
KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZES Pemandangan matahari terbit dari balik Gunung Merapi dengan latar depan patung Buddha di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (20/4/2011). Wisatawan yang ingin melihat pemadangan matahari terbit harus ada di candi pukul 04.30. Wisatawan lokal dikenakan biaya Rp 220.000, wisatawan asing lebih mahal lagi.
Bos Fb Mark Zuckerberg pun pernah berkunjung ke Candi Borobudur melihat sunrise (sumber : Google search)
zuck-borobudur1
zuckerberg3
2. Puntuk Setumbu
DSCN0317.JPG

Puluhan wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara, menyaksikan matahari terbit dari Bukit “Punthuk Setumbu” sekitar 3 kilometer barat Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Matahari terbit yang terlihat dari tempat dengan ketinggian sekitar 1.300 meter dari permukaan air laut dengan pemandangan alam kawasan Candi Borobudur yang dikelilingi kabut itu terjadi mulai sekitar pukul 05.25 WIB.

Siluet karena matahari yang mulai terbit itu disaksikan mereka dari “Punthuk Setumbu” selama sekitar 30 menit. Posisi matahari terbit pada hari itu, di kanan atau selatan Candi Borobudur.

Bukit “Punthuk Setumbu” di Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, sejak beberapa tahun terakhir dikembangkan oleh masyarakat kawasan Candi Borobudur sebagai lokasi pariwisata.

Dari lokasi parkir kendaraan wisata hingga puncak Bukit “Punthuk Setumbu” sejauh sekitar 425 meter. Setiap wisatawan dikenai tarif menuju tempat itu Rp15 ribu. Pihak pengelola kepariwisataan setempat memberikan layanan minuman kopi dan teh hangat kepada pengunjung.

DSCN0293.JPG

 

(suasana setelah sunrise, di bukit puntuk setumbu)

setumbu1

setumbu4

 

Setelah selesai memotret sunrise di Bukit Punthuk Setumbu, kami  kemudian menyusuri jalan setapak ke arah Menoreh. Puncak menara “Gereja Ayam” yang terlihat dari Punthuk Setumbu menjadi patokan.

Perjalanan sekitar 20 menit di antara pepohonan yang rindang dengan variasi trekking menurun dan mendaki menjadikan perjalanan pagi itu terasa menyehatkan. Bangunan “Gereja Ayam” berdiri di area yang sangat strategis di salah satu punggung Bukit Menoreh.
3. Gereja Ayam

IMG_20151218_081912.jpg

(koleksi Foto Pribadi_Bersama adik ipar)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Rasa penasaran terhadap sebuah bangunan misterius di Desa Gombong, Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, membawa sejumlah wisatawan menyusuri jalan setapak ke Bukit Menoreh.

KompasTravel termasuk yang ingin menuntaskan rasa penasaran sejak bangunan yang tak selesai itu ramai diperbincangkan di media sosial, bahkan dipublikasikan di sebuah media internasional terkemuka.

Orang-orang menyebut bangunan itu dengan sebutan “Gereja Ayam” karena desain bangunannya mirip seekor ayam lengkap dengan ekor dan kepalanya. Padahal, menurut cerita pembuatnya, bangunan itu justru meniru bentuk seekor burung merpati.

Jika dilihat dari udara, bangunan itu menyerupai burung raksasa yang sedang berada di tengah hutan. Di sekitarnya masih terdapat pepohonan yang rindang dan belukar yang cukup banyak sehingga membuat udara pagi itu terasa sejuk.

Saat tiba di “Gereja Ayam”, puluhan wisatawan telah lebih dulu tiba. Semuanya ingin menuntaskan rasa penasaran mereka.

“Ini sebenarnya merupakan rumah doa bagi siapa saja,” ujar Yono (60), yang bertugas menjaga pintu masuk ke dalam bangunan, pagi itu.

IMG_20151218_074958

(nampak di belakang gereja ayam adalah “Punthuk Purwosari”)

IMG_20151218_075004

(sebelah kiri adalah punthuk setumu)

IMG_20151218_074827

 

IMG_20151218_081138

IMG_20151218_081723

IMG_20151218_081046IMG_20151218_080505
(jangan takut kehausan atau kelaparan karena ada yang jualan didalam gedung)
IMG_20151218_080110
(berfoto di bagian paruh burung)
IMG_20151218_075533
4. Purwosari Hill
     terletak dibelakang gereja ayam, agak naik sedikit
purwosari hill2
purwosari hill1
(jalannya menanjak dan cukup terjal, cocok untuk olahraga pagi hari)
purwosari hill
5. Gupakan Kendil
     (sumber : FB mas Yoga Kurnianto)

Yoga Kurnianto menambahkan 19 foto baru ke album Gupakan Kendil Terletak di Desa Wisata Giritengah Borobudur, tempat menarik ini relative masih baru karena baru dikelola sekitar bulan Juli (pertengahan puasa) tahun 2015. Awalnya tanah milik penduduk sekitar ini oleh salah satu warganya yaitu Bapak Tijab diusulkan menjadi salah satu spot untuk menikmati sunrise seperti bukit sekitarnya , antara lain Puncak Sukmojoyo, Pos Mati juga Punthuk Mongkrong. Bersama dengan warga pemilik tanah sekitar gumuk, akhirnya dibuatlah semacam tempat yang menarik untuk melihat sunrise, antara lain gubug sebagai tempat duduk melepas lelah dan berteduh juga rumah pohon yang dibangun secara mendadak ( waktu itu rencananya ada kunjungan dari wartawan2 ). Fasilitas ditempat ini bisa dibilang lumayan, kamar mandi / toilet sudah disediakan, ada juga warung di parkiran yang bisa pesan mie instant maupun minuman ( malam tahun baru saya kesini dan pesan 3 gelas kopi hitam, pas mau pulang dan saya bayar berapa, penjualnya bilang nggih pinten kemawon mas …hehehehe ) eh pas siang kesana jual lotek juga …ada rencana disalah satu gubug diberi colokan listrik untuk ngecas HP ..hmmm ide sederhana tapi besar manfaatnya ya..Dari cerita dengan bapak – bapak yang menemani saya di malam pergantian tahun itu ada cerita seperti legenda ( sayang sekali rekaman di hp hilang musnah tanpa jejak ) ..juga ada air terjun Penjalin dengan tinggi sekitaran 60 m, tapi jalannya masih setapak dan perlu penunjuk jalan kalo mau kesana, juga airnya kering kalo di musin kemarau …Yang menarik dari tempat ini adalah kita bisa sampai lokasi dengan menggunakan sepeda motor ..asyik kan nggak perlu capek mendaki ..jalan relatih bagus , ada yang aspal maupun semen dengan beberapa tanjakan yang lumayan tinggi tapi masih tetap aman dilalui…. Saya sempat ngobrol banyak dengan Pak Tijab yang ternyata ketua kelompok wisata ini dan beliau mempunyai sanggar seni ynag bisa dikunjungi…Kenapa Pak Tijab ini tertarik untuk membuat lokasi ini menjadi tempat menarik dan dikelola warga sendiri ? ternyata oh ternyata deretan bukit di sekitaran Borobudur ini menjadi incaran investor untuk dijadikan hotel resort, beberapa warga sudah ditawari untuk menjual tanahnya ( kalo nggak salah per m persegi Rp 500.000,- bisa lebih ) ..nah menurut Pak Tijab ini lebih baik tanahnya dikelola warga sendiri..eh saya jadi ingat perusahaan yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode BUVA ini sudah punya tanah lho di salah satu bukit dan mau mendirikan villa dengan brand ALILA ..nah mumpung bukit – bukit ini masih gampang didatangi, nggak ada salahnya kalian bisa jalan – jalan kesini.

gupakan kendil 6

gupakan kendil 4

6. Punthuk Sukmojoyo

sukmojoyo6

suk3

 

suk16

sukmojoyo

suk18

suk9

sukmojoyo1

 

sukmojoyo5

sukmojoyo8

suk12

baiklah semoga foto foto ini bisa membuat kalian semua mengunjungi tempat tempat itu dan melihat keindahan sunrise dari perbukitan menoreh kawasan Borobudur

 

(mohon maaf bila salah menuliskan sumber tulisan)

 

 

 

Iklan